Hubungi kami sekarang

(0762) 323330

Jl. Lingkar Luar Bkn-BatuBelah

Bangkinang Kota

Jam Kantor: 07:30 pagi - 02:30 siang

rsud.bkn@gmail.com
25 Jan 2022 Admin 2 1 komentar 595 kali dibaca Artikel Kesehatan

Hidup Sehat, Cegah Obesitas

RSUDBANGKINANG. Dalam rangka Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2022, Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Bangkinang mengadakan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu Poli Rawat Jalan RSUD Bangkinang. Kali ini bertema Obesitas yang disampaikan oleh Kepala Unit Gizi, Arini, S.Gz pada Selasa (25/01/2022). Sesuai dengan tema Hari Gizi Nasional tahun ini, Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas.


Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Ada berbagai bahaya dari obesitas yang bisa terjadi bila tidak segera ditangani, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes melitus, penyakit pembuluh darah, dan gangguan metabolisme.

Terdapat bermacam cara untuk melakukan klasifikasi terhadap kegemukan, tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Metode ini dilakukan dengan mengukur perbandingan antara berat badan (kilogram) dan tinggi badan (meter) kuadrat.

Obesitas merupakan hasil dari kombinasi penyebab dan faktor risiko. Di bawah ini sejumlah faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami obesitas.
1.Faktor genetik
Genetik atau faktor keturunan termasuk penyebab obesitas yang paling sering terjadi. Anak dari orangtua yang mengalami kegemukan lebih berisiko dibandingkan anak dengan orangtua yang memiliki berat badan ideal. 

2.Pola makan yang tidak sehat
Tidak hanya genetik, pola makan tidak sehat bisa menjadi faktor penyebab obesitas. Hal ini dikarenakan jumlah asupan kalori ke tubuh memiliki dampak langsung terhadap berat badan. Konsumsi kalori yang lebih banyak daripada yang dibakar tubuh tentu dapat memicu kenaikan berat badan. Akibat dari pola makan tidak sehat ini juga dipengaruhi oleh pilihan makanan dan kebiasaan makan.

3.Jarang bergerak atau berolahraga
Para peneliti dari universitas di Amerika Serikat memeriksa hasil survei kesehatan nasional dari 1988 hingga 2010. Mereka menemukan bahwa peningkatan risiko obesitas lebih banyak dipengaruhi oleh jarang bergerak dibandingkan pola makan tidak sehat. Para ahli berpendapat hal ini mungkin terjadi karena jumlah kalori yang dimakan tidak terbakar sepenuhnya. Akibatnya, kalori yang tersisa berubah menjadi lemak dan menumpuk di bagian perut hingga memicu kenaikan berat badan.

4.Penyakit dan obat tertentu
Ada sejumlah penyakit yang bisa menjadi penyebab obesitas karena kenaikan berat badan yang berlebihan, seperti sindrom ovarium polikistik. Sementara itu, penggunaan obat-obatan juga bisa memicu berat badan berlebih. Pasalnya, ada kemungkinan tubuh terpapar bahan kimia dari obat-obatan tersebut dan hal ini juga turut dipengaruhi oleh peran mikrobioma.


5.Usia
Obesitas adalah masalah kesehatan yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Namun, semakin tua seseorang, ternyata semakin jarang mereka berolahraga. Gaya hidup yang kurang aktif tersebut juga diperparah dengan jumlah massa otot dalam tubuh yang menurun.
Umumnya, massa otot yang lebih rendah dapat menyebabkan penurunan metabolisme yang membuat kebutuhan kalori berkurang. Itu sebabnya, banyak lansia yang mungkin kurang bisa mengontrol pola makan yang dibarengi dengan aktivitas fisik yang jarang. Akibatnya, kenaikan berat badan pun tidak dapat dihindari.

6.Stres
Beberapa orang ketika merasa sangat stres membiarkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya dengan makan. Makan akibat stres ini kemungkinan besar didominasi oleh makanan berkalori tinggi, bahkan saat Anda tidak merasa lapar. Bila kebiasaan ini diteruskan tanpa dibarengi dengan aktivitas fisik, tentu bisa memicu kenaikan berat badan yang bisa berakhir pada obesitas.

7.Lingkungan sekitar
Kebiasaan makan dan aktivitas fisik seseorang dan keluarganya juga turut dipengaruhi oleh lingkungan dan komunitas sekitarnya. Jadi, lingkungan sekitar juga menjadi faktor risiko obesitas yang perlu diwaspadai.

Berikut ini cara untuk menghindari obesitas :
1.Mengatur pola makan sehat dan bergizi yaitu denngan cara mengonsumsi aneka ragam pangan, cara pengelolaan pangan dan jadwal makan yang tepat.
2.Tidak mengonsumsi gula, garam, lemak berlebih, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.
3.Melakukan aktivitas fisik atau latihan fisik.
4.Tidak mengonsumsi rokok dan alkohol.
5.Menjaga berat badan ideal.
6.Bila IMT sudah melebihi 27, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Mulai sekarang, yuk kita cegah obesitas agar hidup kita menjadi lebih sehat.


TAGS — Kesehatan |

1 Komentar

Leave this empty:

IGD 24 Jam

Buka sepanjang waktu untuk kenyamanan, akses cepat dan mudah

Fasilitas Terbaik

Pelayanan laboratorium yang hemat biaya, komprehensif dan klinis

Dokter Profesional

Dokter yang berkualifikasi dan bersertifikat untuk perawatan medis yang berkualitas

PANGGILAN DARURAT:

Nama: Pesan:
Batal